Rabu, 09 September 2015

Cerpen Tentang Lagu dan Cinta




Song For My Love


“beneran kan mereka jadian?” “pa bener?” “kayaknya gak mungkin” bisik-bisik siswa diseluruh sekolah. Siang itu sekolah gempar gara-gara dengar desas-desus yang beredar.
“Lucy beneran kamu jadian ma Nathan?” Tanya seorang siswa yang lagi menikmati makanan di kantin bersama dengan temannya.
“ssst.. jangan keras-keras Cana, ntar di denger ma orang lain” jawab siswi yang dipanggil Lucy tersebut dengan tersenyum.
“gimana ceritanya?” Tanya Cana penasaran.
Lalu Lucy menceritakan kejadian seminggu yang lalu
***
Seperti biasa, jam 2 siang Lucy berjalan di trotoar menuju rumahnya, ia mendengarkan music dari handphone nya menggunkana earphone. Tapi,
“meong.. meong..” terdengar suara anak kucing dari arah jalan raya.
Karena takut anak kucing tersebut tertabrak mobil, Lucy pun bergegas menyelamatkan anak kucing tersebut dan ia tidak melihat kiri kanan sebelum bertindak. Tiba-tiba mobil sedan berwarna silver melaju dengan kencang. Karena tidak sempat untuk menghindar, secara spontan Lucy memejamkan matanya. Seakan ada yang menarik tangannya  dari arah belakang, Lucy pun membuka matanya dan terlihatlah seorang cowok berseragam yang sama dengannya  berdiri disamping dan menggengam tangannya. Karena merasa dipandangi, cowok tersebut melepasksan genggaman tangannya.
“opz.. sorry” ucap sang pahlawan.
“makasi Nathan” ucap Lucy
“yha, sama-sama tapi ngapian tadi di jalan?” Tanya cowok yang bernama Nathan tersebut
“tadi kucing ini ditengah jalan, kayaknya ditinggal ibunya kasihan, dari pada ketabrak ntar, kan lebih baik ditolonghin” jawabnya jujur
“tapi kamu yang malah hampir ketabrak gara-gara nolongin anak kucing yang takut ketabrak” ejek Nathan
“maaf” jawab Lucy menyesal
“rumah kamu dimana, biar Nathan antarin” tanya Nathan
“gak usah, makasi” jawab Lucy, ia pun meninggalkan Nathan seraya masih memegangi anak kucing tadi
Ditengah perjalanan,
“uh.. dasar Lucy bodoh, kenapa nolak tawaran dari Nathan tadi” ucapnya kesal ama dirinya sendiri
“makasi kucing manis, gara-gara kamu Lucy bisa bicara ama Nathan walaupun bentar, hmm.. Lucy kasi kamu nama Natcat, Nathan cat ha ha..” ia tertawa dan bergumam sendiri bicara dengan seekor kucing.
***
Nathan lagi  belajar di kamarnya, tapi kayaknya ia gak bisa konsentrasi, habisnya buku dari tadi Cuma di bolak-balik aja gak di baca.
“kenapa juga Nathan lupa nanyain nama cewek yang tadi yha, hmm.. cewek kucing?” ucapnya sambil tertawa
Ia tertawa sendiri mengingat kejadian tadi siang. Karena penasaran rencananya besok ia mau cari cewek kucing tersebut.
Besoknya disekolah..
Nathan lagi linglung lihat kesana kemari
“cari siapa sich Than?” tanya aldo
“cari seseorang” jawabnya
Disaat matanya sibuk mencari dan kepalanya ikutan bergerak ke kiri dan ke kanan, tiba-tiba matanya tertuju pada sosok seorang cewek tinggi dan berambut panjang yang sedang berjalan menuju perpustakaan
“do, tunggu sini yha,,” ucap Nathan seraya berjalan ke arah cewek yang dilihatnya tadi
“mau kemana?” tanya Aldo
“tempat cewek kucing” jawab nya singkat dan meninggalkan Aldo yang bingung melihat tingkah sahabatnya itu
Didalam perpustakaan..
“hei, cewek kucing” ucapnya pada Lucy sambil menepuk bahu Lucy
“Nathan..” ucap Lucy setengah berteriak karena terkejut dan semua pengunjung perpus melihat ke arah mereka
“maaf.. maaf..” ucap Lucy pada semuanya
Mereka pun duduk di meja dekat jendela.
“sering kesini yha, cewek kucing?” tanya nya ama Lucy
“yha, dan disini adalah tempat duduk favoritnya Lucy. Tunggu, tunggu.. panggil Lucy, jangan cewek kucing gitu donk.. Lucy, Alexandra Lucyna, mengerti?” jawabnya dengan senyuman yang manis
Nathan terdiam melihat senyuman tersebut.
“hei,,” tegur Lucy
“yha,, yha,, Lucy,  Alexandra Lucyna” jawabnya Nathan tersipu
“btw, gimana lucy tau namanya Nathan? Kita kan belum kenalan?” tanya nya
“hmm.. capa coba yang gak tau Nathan Leonando, siswa kelas 3B IPA, vokalis Leo Band” jawab Lucy tersenyum lagi
“mank Nathan setenar itu yha?” Nathan tertawa
“ih.. mulai sombong..” jawab Lucy
Dan sejak saat itu mereka mulai dekat, dan 6 hari kemudian, tepat hari Minggu Nathan ngajak Lucy buat nonton dia manggung di Diamond Cafe. Karena Nathan mohon buat Lucy datang, dia akhirnya datang. Malam itu, Lucy kelihatan manis dengan dress coklat dan sepatu creamnya. Ditengah acara manggunggnya..
“di malam yang indah ini, lagu ini dipesembahkan buat seseortang yang special. Buat Alexandra Lucyna, yang pake dress coklat di sana” tunjuk Nathan ke arah Lucy. Spontan Lucy pun terkejut.
“Lucy, kamu adalah inspirasi Nathan, Nathan ingin kamu selalu ada di samping Nathan dan selalu ada buat ngasi Nathan inspirasi, pa boleh..?” lanjutnya
Semua penonton dan pengunjung di cafe tersebut pun bersorak.
“terima… terima.. bolehin aja” teriak mereka
Perlahan tapi pasti Lucy pun mengangguk. Dengan senyum yang lebar dan hati yang berbunga karena baru aja diterima, Nathan melanjutkan aksinya di atas panggung.
***
“hmmm… so sweet..” jawab Cana setelah mendengar cerita dari Lucy
Pada awalnya banyak pihak yang gak setuju dengan hubungan Nathan dan Lucy, gimana gak.. Nathan adalah salah satu siswa terpopuler di sekolah dan ia memilih Lucy seorang siswi biasa. Tapi pada akhirnya mereka yang menolak hubungan tersebut akhirnya bisa nerima hubungan mereka.
Nathan dan Lucy sekarang udah semakin lengket ajha. Mereka berangkat sekolah bareng, belajar di perpus bareng buat persiapan ujian, pulang sekolah bareng, maklum.. baru jha jadian.. J
Tak lama kemudian, mereka menghadapi UN dan US . Satu bulan kemudian mereka dinyatakan lulus. Betapa bahagianya mereka semua karena bisa menamatkan pendidikan di tingkat SMA.
Nathan dan Lucy mereka berdua memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi. Lucy diterima di Universitas Doctor Indonesia jurusan Sastra sedangkan Nathan kuliah di Art School Academy, sekolah khusus anak-anak pecinta seni seperti musik, drama, lukis dan lain-lain.
Walaupun mereka beda perguruan tinggi, tapi mereka masih tetap bersama dan memutuskan untuk saling percaya. Mereka masih sering belajar bareng, makan bareng, jalan bareng, dan sekarang Lucy juga lagi belajar main gitar ma Nathan. Seminggu lagi, Nathan ulang tahun dan Lucy pengen ngasi kado, sebuah lagu special buat Nathan, lagu yang ia buat sendiri hasil dari latihannya bersama Nathan.
Selama ini, hubungan mereka baik-baik aja sampai ada peristiwa malam itu, peristiwa yang buat hubungan mereka retak.
Malam ini, tepatnya 19 maret hari ulang tahun Nathan dan ia ngadain pesta ulang tahunnya di Diamond Cafe , cafe langganannya. Hari ini cafe tersebut tutup dikarenakan telah di booking oleh Nathan. Semua temen-temennya yang diundang datang.
Lucy datang dengan kado ditangannya. Kado yang dibungkus dengan kertas warna biru, warna kesukaannya Nathan, diatasnya ada kartu ucapan yang bertuliskan ‘For My Love Nathan’. Setelah sampai dipintu masuk. Ia melihat ke kanan dan ke kiri mencari sosok orang yang sedang ulang tahun. Ia melihat sosok tersebut, ketika hendak menuju kesana, langkahnya terhenti dikarenakan ia melihat Nathan tiba-tiba dipeluk oleh seorang cewek, tapi anehnya Nathan gak ada reaksi apa-apa, Nathan gak nolak, ia cuma diem. Gak terasa air mata mengalir di pipi Lucy begitu saja, tiada henti. Pipinya basah ole air mata tersebut.
Pandangan Nathan beralih kearah pintu masuk dan terlihatlah Lucy dengan air mata yang mengalir. Nathan pun melepaskan pelukan dari cewek tadi dan bergegas berlari ke arah Lucy. Lucy berbalik dan pergi. Tapi tangannya dipegang oleh Nathan.
“Cy, kamu salah paham” ucap Nathan
Lucy hanya diam, hanya air mata yang terus mengalir. Nathan terkejut dan terdiam melihat Lucy menangis. Ketika Nathan hendak menghapus air mata Lucy, ia mengelak dan membelakangi Nathan. Setelah lama terdiam, Lucy pun akhirnya bicara.
“ini hadiah buat Nathan, maaf kalau Lucy udah ganggu acaranya Nathan” ucapnya terisak
“gak ada Lucy ganggu, Nathan emang lagi nunggu Lucy datang” jawab Nathan
“nunggu Lucy atau nunggu dipeluk oleh cewek tadi atau mungkin lagi nunggu Lucy sambil pelukan ama cewek tadi” tanya Lucy, suaranya masih terdengar serak
“Lucy salah paham” Nathan coba untuk menjelaskan
“Lucy tahu, Lucy gak seperti temen-temen Nathan, Lucy gak cantik, gak pinter. Lucy hanya seorang gadis sederhana yang mencoba untuk sempurna mencintai Nathan” jawab Lucy tulus
“tapi gak apa, mungkin Lucy yang terlalu naif, gak bisa lihat Nathan udah punya yang lain, maafin Lucy, makasi buat segalanya Nathan” kata Lucy dan ia pun pergi
Nathan hanya bisa terpaku dan terdiam . ia hendak mengejar Lucy tapi Lucy udah naik taksi duluan. Air mata mengalir di pipi Nathan, ia seakan bermimpi, orang yang dicintainya telah pergi dan ia telah membuat orang yang dicintainya menangis disebabkan oleh dirinya. Nathan membatalkan acara ulang tahunnya dan segera pulang, semua teman-temannya heran. Sesampai dirumah, ia langsung masuk ke kamar dan membuka hadiah ulang tahun dari Lucy.
Ketika ia membuka hadiah tersebut, terlihatlah sebuah tape recorder. Ia menekan tobol playnya dan terdengarlah suara dari sosok yang dicintainya, lembut dan hangat.
“Nathan,, happy birthday.. semoga sehat selalu, semoga di umur yang sekarang ini, Nathan bisa wujudtin semua keinginannya Nathan. Dan apapun yang Nathan pilih, ada Lucy yang selalu ada di samping Nathan. Maaf Lucy gak bisa beri Nathan apa-apa, Lucy cuma bisa nulis lagu ini dan nyanyiin buat Nathan sebagai ucapan terima kasih karena Nathan udah lahir dan hadir dihidup Lucy, tapi Nathan jangan ketawa yha,, suara Lucy jelek..” ucap Lucy yang terekam di tape recorder tersebut.
Air mata membasahi pipi Nathan, seiring denger nyanyi Lucy yang berjudul For My Love tersebut. Masih dengan pipi yang basah Nathan tertidur.
Keesokan harinya, Nathan berangkat ke UDI kampusnya Lucy. Nathan bertanya ke temen-temennya Lucy, tapi mereka bilang Lucy gak datang karena ia sedang sakit. Mendengar hal itu, Nathan pun langsung ke rumah Lucy. Berharap ia bakalan ketemu dengan orang yang dirindukannya itu, tapi ketika ia ke rumah Lucy, di sana tidak ada siapa-siapa. Seminggu berlalu, Nathan mencari Lucy, di kampus dan di rumahnya, tapi gak ada. Nathan mulai cemas. Tapi ia gak nyerah, besoknya lagi, ia datang ke kampus Lucy dan akhirnya ia melihat sosok yang selama seminggu ini dicarinya sedang duduk dibawah pohon lagi baca buku.
“Lucy…” panggil Nathan
Lucy menoleh, dan terlihatlah Nathan. Lucy bergegas pergi, Nathan mengejarnya.
“Lucy, tunggu” ucapnya. Lucy pun berhenti.
“Lucy gak usah noleh” ucap Nathan
“cukup denger aja, karena Nathan gak punya muka lagi ketemu Lucy. Nathan Cuma mau ngejelasin kesalahpahaman waktu itu. Asalkan Lucy tahu, Nathan gak ada apa-apa ama Diandra. Emang kalau dia itu suka ama Nathan, tapi Nathan gak ada perasaan sedikit pun ama dia. Malam itu, dia bilang lagi kalau dia suka ama Natha tapi Nathan bilang dan jelasin kalau Nathan udah ada Lucy. Ia terkejut karena tahu Nathan udah ada yang punya. Tiba-tiba ia meluk Nathan dari belakang, Nathan pengen lepasin, tapi dia bilang ini yang pertama dan yang terakhir karena dia bakalan jauhin Nathan, di bilang dia gak pengen jadi orang ketiga yang ngerusak hubungan Nathan. Nathan ngerasa bersalah dan diam aja waktu itu. Nathan cuma sayangnya ama Lucy, gak ada yang lain. Mungkin Lucy gak percaya tapi ini tulus dari lubuk hati Nathan yang paling dalam. Hanya itu yang pengen Nathan jelasin ama Lucy. Satu hal lagi, makasi buat lagunya, indah dan tulus banget sama seperti orang yang nulis. Mungkin ini adalah yang terakhir Nathan kesini dan ketemu ama Lucy. Maaf karena udah ganggu dan buat Lucy sedih” ucapnya Nathan. Ia pun pergi.
Lucy masih terdiam dan air matanya turun lagi. Ia menoleh kebelakang dan melihat Nathan pergi. Semakin lama semakin jauh. Ketika Nathan mau nyebrang, tiba-tiba Lucy melihat dari kejauhan ada sebuah motor yang melaju dengan kecepatan tinggi ke arah Nathan. Lucy berteriak dan manggil Nathan, tapi Nathannya gak denger.
Nathan terkejut melihat motor yang melaju kencang kearahnya. Tiba-tiba ada orang narik tangannya, dan ia langsung berpelukan dengan seorang gadis. Ketika ia lihat, itu Lucy.
“Nathan, hati-hati. Lucy gak mau kehilangan Nathan” ucapnya nangis
Nathan tersenyum, menghapus air mata Lucy dan mengecup keningnya.
“Maafin Nathan yha” ucap Nathan
“yha,, tapi jangan di ulangi lagi” jawab Lucy tersenyum
“tapi kayaknya, peristiwa ini pernah terjadi.. tapi kapan yha?” ingat Lucy
“yha, satu tahu yang lalu, ketika seorang gadis SMA yang mau nyelamatin anak kucing, malah ia yang harus diselamatin” ejek Nathan. Karena kesal. Lucy pun mencubit pinggangnya Nathan.
“aw.. ” teriak Nathan
“berari kita seri donk” ucap Lucy tersenyum
“yha dech..” jawab Nathan dengan tersenyum pua
Akhirnya mereka kembali bersama. Dan di Diamond Cafe.. saat mau manggung…
“teman-teman semua, lagu ini diciptakan oleh orang yang sangat special, orang yang di samping saya ini” kata Nathan
Lucy pun tersipu malu. Lalu Nathan menyanyi diiringi oleh suara gitar dari Lucy. Menyanyikan lagu For My Love..

THE END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar