Song For My Love
“beneran kan mereka jadian?” “pa
bener?” “kayaknya gak mungkin” bisik-bisik siswa diseluruh sekolah. Siang itu
sekolah gempar gara-gara dengar desas-desus yang beredar.
“Lucy beneran kamu jadian ma
Nathan?” Tanya seorang siswa yang lagi menikmati makanan di kantin bersama
dengan temannya.
“ssst.. jangan keras-keras Cana,
ntar di denger ma orang lain” jawab siswi yang dipanggil Lucy tersebut dengan
tersenyum.
“gimana ceritanya?” Tanya Cana
penasaran.
Lalu Lucy menceritakan kejadian
seminggu yang lalu
***
Seperti
biasa, jam 2 siang Lucy berjalan di trotoar menuju rumahnya, ia mendengarkan
music dari handphone nya menggunkana earphone. Tapi,
“meong.. meong..” terdengar suara
anak kucing dari arah jalan raya.
Karena takut anak kucing tersebut
tertabrak mobil, Lucy pun bergegas menyelamatkan anak kucing tersebut dan ia
tidak melihat kiri kanan sebelum bertindak. Tiba-tiba mobil sedan berwarna
silver melaju dengan kencang. Karena tidak sempat untuk menghindar, secara
spontan Lucy memejamkan matanya. Seakan ada yang menarik tangannya dari arah belakang, Lucy pun membuka matanya
dan terlihatlah seorang cowok berseragam yang sama dengannya berdiri disamping dan menggengam tangannya.
Karena merasa dipandangi, cowok tersebut melepasksan genggaman tangannya.
“opz.. sorry” ucap sang pahlawan.
“makasi Nathan” ucap Lucy
“yha, sama-sama tapi ngapian tadi
di jalan?” Tanya cowok yang bernama Nathan tersebut
“tadi kucing ini ditengah jalan,
kayaknya ditinggal ibunya kasihan, dari pada ketabrak ntar, kan lebih baik
ditolonghin” jawabnya jujur
“tapi kamu yang malah hampir
ketabrak gara-gara nolongin anak kucing yang takut ketabrak” ejek Nathan
“maaf” jawab Lucy menyesal
“rumah kamu dimana, biar Nathan
antarin” tanya Nathan
“gak usah, makasi” jawab Lucy, ia
pun meninggalkan Nathan seraya masih memegangi anak kucing tadi
Ditengah perjalanan,
“uh.. dasar Lucy bodoh, kenapa
nolak tawaran dari Nathan tadi” ucapnya kesal ama dirinya sendiri
“makasi kucing manis, gara-gara
kamu Lucy bisa bicara ama Nathan walaupun bentar, hmm.. Lucy kasi kamu nama Natcat,
Nathan cat ha ha..” ia tertawa dan bergumam sendiri bicara dengan seekor
kucing.
***
Nathan
lagi belajar di kamarnya, tapi kayaknya
ia gak bisa konsentrasi, habisnya buku dari tadi Cuma di bolak-balik aja gak di
baca.
“kenapa juga Nathan lupa nanyain
nama cewek yang tadi yha, hmm.. cewek kucing?” ucapnya sambil tertawa
Ia
tertawa sendiri mengingat kejadian tadi siang. Karena penasaran rencananya
besok ia mau cari cewek kucing tersebut.
Besoknya disekolah..
Nathan lagi linglung lihat kesana
kemari
“cari siapa sich Than?” tanya aldo
“cari seseorang” jawabnya
Disaat
matanya sibuk mencari dan kepalanya ikutan bergerak ke kiri dan ke kanan,
tiba-tiba matanya tertuju pada sosok seorang cewek tinggi dan berambut panjang
yang sedang berjalan menuju perpustakaan
“do, tunggu sini yha,,” ucap Nathan
seraya berjalan ke arah cewek yang dilihatnya tadi
“mau kemana?” tanya Aldo
“tempat cewek kucing” jawab nya
singkat dan meninggalkan Aldo yang bingung melihat tingkah sahabatnya itu
Didalam perpustakaan..
“hei, cewek kucing” ucapnya pada Lucy
sambil menepuk bahu Lucy
“Nathan..” ucap Lucy setengah
berteriak karena terkejut dan semua pengunjung perpus melihat ke arah mereka
“maaf.. maaf..” ucap Lucy pada
semuanya
Mereka
pun duduk di meja dekat jendela.
“sering kesini yha, cewek kucing?”
tanya nya ama Lucy
“yha, dan disini adalah tempat
duduk favoritnya Lucy. Tunggu, tunggu.. panggil Lucy, jangan cewek kucing gitu
donk.. Lucy, Alexandra Lucyna, mengerti?” jawabnya dengan senyuman yang manis
Nathan
terdiam melihat senyuman tersebut.
“hei,,” tegur Lucy
“yha,, yha,, Lucy, Alexandra Lucyna” jawabnya Nathan tersipu
“btw, gimana lucy tau namanya Nathan?
Kita kan belum kenalan?” tanya nya
“hmm.. capa coba yang gak tau
Nathan Leonando, siswa kelas 3B IPA, vokalis Leo Band” jawab Lucy tersenyum
lagi
“mank Nathan setenar itu yha?”
Nathan tertawa
“ih.. mulai sombong..” jawab Lucy
Dan
sejak saat itu mereka mulai dekat, dan 6 hari kemudian, tepat hari Minggu
Nathan ngajak Lucy buat nonton dia manggung di Diamond Cafe. Karena Nathan
mohon buat Lucy datang, dia akhirnya datang. Malam itu, Lucy kelihatan manis
dengan dress coklat dan sepatu creamnya. Ditengah acara manggunggnya..
“di malam yang indah ini, lagu ini
dipesembahkan buat seseortang yang special. Buat Alexandra Lucyna, yang pake
dress coklat di sana” tunjuk Nathan ke arah Lucy. Spontan Lucy pun terkejut.
“Lucy, kamu adalah inspirasi
Nathan, Nathan ingin kamu selalu ada di samping Nathan dan selalu ada buat
ngasi Nathan inspirasi, pa boleh..?” lanjutnya
Semua penonton dan pengunjung di
cafe tersebut pun bersorak.
“terima… terima.. bolehin aja”
teriak mereka
Perlahan
tapi pasti Lucy pun mengangguk. Dengan senyum yang lebar dan hati yang berbunga
karena baru aja diterima, Nathan melanjutkan aksinya di atas panggung.
***
“hmmm… so sweet..” jawab Cana
setelah mendengar cerita dari Lucy
Pada
awalnya banyak pihak yang gak setuju dengan hubungan Nathan dan Lucy, gimana
gak.. Nathan adalah salah satu siswa terpopuler di sekolah dan ia memilih Lucy seorang
siswi biasa. Tapi pada akhirnya mereka yang menolak hubungan tersebut akhirnya
bisa nerima hubungan mereka.
Nathan
dan Lucy sekarang udah semakin lengket ajha. Mereka berangkat sekolah bareng,
belajar di perpus bareng buat persiapan ujian, pulang sekolah bareng, maklum..
baru jha jadian.. J
Tak
lama kemudian, mereka menghadapi UN dan US . Satu bulan kemudian mereka
dinyatakan lulus. Betapa bahagianya mereka semua karena bisa menamatkan
pendidikan di tingkat SMA.
Nathan
dan Lucy mereka berdua memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya ke tingkat
yang lebih tinggi. Lucy diterima di Universitas Doctor Indonesia jurusan Sastra
sedangkan Nathan kuliah di Art School Academy, sekolah khusus anak-anak pecinta
seni seperti musik, drama, lukis dan lain-lain.
Walaupun
mereka beda perguruan tinggi, tapi mereka masih tetap bersama dan memutuskan
untuk saling percaya. Mereka masih sering belajar bareng, makan bareng, jalan
bareng, dan sekarang Lucy juga lagi belajar main gitar ma Nathan. Seminggu
lagi, Nathan ulang tahun dan Lucy pengen ngasi kado, sebuah lagu special buat
Nathan, lagu yang ia buat sendiri hasil dari latihannya bersama Nathan.
Selama
ini, hubungan mereka baik-baik aja sampai ada peristiwa malam itu, peristiwa
yang buat hubungan mereka retak.
Malam
ini, tepatnya 19 maret hari ulang tahun Nathan dan ia ngadain pesta ulang
tahunnya di Diamond Cafe , cafe langganannya. Hari ini cafe tersebut tutup
dikarenakan telah di booking oleh Nathan. Semua temen-temennya yang diundang
datang.
Lucy
datang dengan kado ditangannya. Kado yang dibungkus dengan kertas warna biru,
warna kesukaannya Nathan, diatasnya ada kartu ucapan yang bertuliskan ‘For My Love Nathan’. Setelah sampai
dipintu masuk. Ia melihat ke kanan dan ke kiri mencari sosok orang yang sedang
ulang tahun. Ia melihat sosok tersebut, ketika hendak menuju kesana, langkahnya
terhenti dikarenakan ia melihat Nathan tiba-tiba dipeluk oleh seorang cewek,
tapi anehnya Nathan gak ada reaksi apa-apa, Nathan gak nolak, ia cuma diem. Gak
terasa air mata mengalir di pipi Lucy begitu saja, tiada henti. Pipinya basah
ole air mata tersebut.
Pandangan
Nathan beralih kearah pintu masuk dan terlihatlah Lucy dengan air mata yang
mengalir. Nathan pun melepaskan pelukan dari cewek tadi dan bergegas berlari ke
arah Lucy. Lucy berbalik dan pergi. Tapi tangannya dipegang oleh Nathan.
“Cy, kamu salah paham” ucap Nathan
Lucy
hanya diam, hanya air mata yang terus mengalir. Nathan terkejut dan terdiam
melihat Lucy menangis. Ketika Nathan hendak menghapus air mata Lucy, ia
mengelak dan membelakangi Nathan. Setelah lama terdiam, Lucy pun akhirnya
bicara.
“ini hadiah buat Nathan, maaf kalau
Lucy udah ganggu acaranya Nathan” ucapnya terisak
“gak ada Lucy ganggu, Nathan emang
lagi nunggu Lucy datang” jawab Nathan
“nunggu Lucy atau nunggu dipeluk
oleh cewek tadi atau mungkin lagi nunggu Lucy sambil pelukan ama cewek tadi” tanya
Lucy, suaranya masih terdengar serak
“Lucy salah paham” Nathan coba
untuk menjelaskan
“Lucy tahu, Lucy gak seperti
temen-temen Nathan, Lucy gak cantik, gak pinter. Lucy hanya seorang gadis
sederhana yang mencoba untuk sempurna mencintai Nathan” jawab Lucy tulus
“tapi gak apa, mungkin Lucy yang
terlalu naif, gak bisa lihat Nathan udah punya yang lain, maafin Lucy, makasi
buat segalanya Nathan” kata Lucy dan ia pun pergi
Nathan
hanya bisa terpaku dan terdiam . ia hendak mengejar Lucy tapi Lucy udah naik
taksi duluan. Air mata mengalir di pipi Nathan, ia seakan bermimpi, orang yang
dicintainya telah pergi dan ia telah membuat orang yang dicintainya menangis
disebabkan oleh dirinya. Nathan membatalkan acara ulang tahunnya dan segera
pulang, semua teman-temannya heran. Sesampai dirumah, ia langsung masuk ke
kamar dan membuka hadiah ulang tahun dari Lucy.
Ketika
ia membuka hadiah tersebut, terlihatlah sebuah tape recorder. Ia menekan tobol
playnya dan terdengarlah suara dari sosok yang dicintainya, lembut dan hangat.
“Nathan,, happy birthday.. semoga
sehat selalu, semoga di umur yang sekarang ini, Nathan bisa wujudtin semua
keinginannya Nathan. Dan apapun yang Nathan pilih, ada Lucy yang selalu ada di
samping Nathan. Maaf Lucy gak bisa beri Nathan apa-apa, Lucy cuma bisa nulis
lagu ini dan nyanyiin buat Nathan sebagai ucapan terima kasih karena Nathan
udah lahir dan hadir dihidup Lucy, tapi Nathan jangan ketawa yha,, suara Lucy
jelek..” ucap Lucy yang terekam di tape recorder tersebut.
Air
mata membasahi pipi Nathan, seiring denger nyanyi Lucy yang berjudul For My Love tersebut. Masih dengan pipi
yang basah Nathan tertidur.
Keesokan
harinya, Nathan berangkat ke UDI kampusnya Lucy. Nathan bertanya ke temen-temennya
Lucy, tapi mereka bilang Lucy gak datang karena ia sedang sakit. Mendengar hal
itu, Nathan pun langsung ke rumah Lucy. Berharap ia bakalan ketemu dengan orang
yang dirindukannya itu, tapi ketika ia ke rumah Lucy, di sana tidak ada
siapa-siapa. Seminggu berlalu, Nathan mencari Lucy, di kampus dan di rumahnya,
tapi gak ada. Nathan mulai cemas. Tapi ia gak nyerah, besoknya lagi, ia datang
ke kampus Lucy dan akhirnya ia melihat sosok yang selama seminggu ini dicarinya
sedang duduk dibawah pohon lagi baca buku.
“Lucy…” panggil Nathan
Lucy menoleh, dan terlihatlah
Nathan. Lucy bergegas pergi, Nathan mengejarnya.
“Lucy, tunggu” ucapnya. Lucy pun
berhenti.
“Lucy gak usah noleh” ucap Nathan
“cukup denger aja, karena Nathan
gak punya muka lagi ketemu Lucy. Nathan Cuma mau ngejelasin kesalahpahaman
waktu itu. Asalkan Lucy tahu, Nathan gak ada apa-apa ama Diandra. Emang kalau
dia itu suka ama Nathan, tapi Nathan gak ada perasaan sedikit pun ama dia.
Malam itu, dia bilang lagi kalau dia suka ama Natha tapi Nathan bilang dan
jelasin kalau Nathan udah ada Lucy. Ia terkejut karena tahu Nathan udah ada
yang punya. Tiba-tiba ia meluk Nathan dari belakang, Nathan pengen lepasin,
tapi dia bilang ini yang pertama dan yang terakhir karena dia bakalan jauhin
Nathan, di bilang dia gak pengen jadi orang ketiga yang ngerusak hubungan
Nathan. Nathan ngerasa bersalah dan diam aja waktu itu. Nathan cuma sayangnya
ama Lucy, gak ada yang lain. Mungkin Lucy gak percaya tapi ini tulus dari lubuk
hati Nathan yang paling dalam. Hanya itu yang pengen Nathan jelasin ama Lucy.
Satu hal lagi, makasi buat lagunya, indah dan tulus banget sama seperti orang
yang nulis. Mungkin ini adalah yang terakhir Nathan kesini dan ketemu ama Lucy.
Maaf karena udah ganggu dan buat Lucy sedih” ucapnya Nathan. Ia pun pergi.
Lucy
masih terdiam dan air matanya turun lagi. Ia menoleh kebelakang dan melihat
Nathan pergi. Semakin lama semakin jauh. Ketika Nathan mau nyebrang, tiba-tiba
Lucy melihat dari kejauhan ada sebuah motor yang melaju dengan kecepatan tinggi
ke arah Nathan. Lucy berteriak dan manggil Nathan, tapi Nathannya gak denger.
Nathan
terkejut melihat motor yang melaju kencang kearahnya. Tiba-tiba ada orang narik
tangannya, dan ia langsung berpelukan dengan seorang gadis. Ketika ia lihat,
itu Lucy.
“Nathan, hati-hati. Lucy gak mau
kehilangan Nathan” ucapnya nangis
Nathan tersenyum, menghapus air
mata Lucy dan mengecup keningnya.
“Maafin Nathan yha” ucap Nathan
“yha,, tapi jangan di ulangi lagi”
jawab Lucy tersenyum
“tapi kayaknya, peristiwa ini
pernah terjadi.. tapi kapan yha?” ingat Lucy
“yha, satu tahu yang lalu, ketika
seorang gadis SMA yang mau nyelamatin anak kucing, malah ia yang harus
diselamatin” ejek Nathan. Karena kesal. Lucy pun mencubit pinggangnya Nathan.
“aw.. ” teriak Nathan
“berari kita seri donk” ucap Lucy
tersenyum
“yha dech..” jawab Nathan dengan
tersenyum pua
Akhirnya
mereka kembali bersama. Dan di Diamond Cafe.. saat mau manggung…
“teman-teman semua, lagu ini diciptakan
oleh orang yang sangat special, orang yang di samping saya ini” kata Nathan
Lucy pun tersipu malu. Lalu Nathan
menyanyi diiringi oleh suara gitar dari Lucy. Menyanyikan lagu For My Love..
THE END

Tidak ada komentar:
Posting Komentar